Selasa, 17 April 2012
Chelsea Pernah Gugur karena Takut kepada Barca?
BARCELONA — Pemain belakang Barcelona, Dani Alves, menilai, Chelsea sedang gentar jelang laga leg pertama babak semifinal Liga Champions melawan timnya di Stamford Bridge, Rabu (18/4/2012). Alves lalu teringat pertemuan terakhir mereka di Liga Champions musim 2008-2009 ketika Chelsea gagal melaju ke final. Menurutnya, tim berjuluk "The Blues" itu tak lolos karena takut, dan bukan karena dicurangi wasit.
"Tak ada keraguan bahwa pertandingan tersulit kami telah kami lewati. Orang-orang mengatakan, Chelsea akan menang jika bukan karena wasit, melainkan apa yang bisa kami lakukan? Saya berpikir bahwa pada tahun 2009, Chelsea tidak mencapai final karena takut," ungkapnya seperti dilansir Goal.com.
Dalam pertandingan tersebut, Chelsea sebenarnya memiliki kans untuk lolos lebih besar karena leg pertama, di Camp Nou, Chelsea berhasil menahan imbang Barca dengan skor 0-0. Namun, pada leg kedua, mereka harus puas bermain imbang 1-1. Dengan keunggulan agregat gol tandang ini, Barca memastikan diri melaju ke final.
Waktu itu, Chelsea unggul terlebih dahulu melalui gol Michael Essien, dan Barca harus bermain dengan 10 orang. Namun, tim asal Catalan tersebut mampu menyamakan kedudukan. Gol Andres Iniesta di penghujung laga memaksa Chelsea angkat koper.
"Tim yang memiliki seorang lebih banyak dan bermain di rumah dengan keunggulan 1-0 seharusnya bisa menyerang. Namun, Chelsea tidak memiliki keberanian untuk mengambil langkah tersebut. Sebaliknya, mereka mengambil langkah mundur," ujarnya.
"Ketika kami melihat mereka tidak menyerang kami. Kami menyadari bahwa mereka telah meninggalkan permainan. Mereka puas dengan 1-0, tetapi lupa jika hasilnya 1-1, maka kami yang melaju ke final. Mereka malah membuang-buang bola," tambahnya kemudian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar